Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Desember 2010

Melepas Cinta

hatiku yang buta
begitu mendamba hingga terjatuh
ia mempertanyakan kepada lembayung senja
berusaha menenggelamkan perih ke peraduan
mencoba menghapusnya hingga ke dasar
mencari tau di balik kemilau malam
dengan jawaban
air mata

hatiku yang lugu
ingin mencicipi arus ombak
namun terdampar dan terdampar lagi
kala digulung ombak itu sendiri

hatiku yang lelah
terpekur bersama selaksa tanya
termenung dalam resah
melepas cinta dalam hidupnya
kembali dengan air mata

hingga akhirnya hatiku lelap
terbuai menuju istana berpenghuni malaikat
tak henti mencari keabadian
dan selaksa karena


12 agustus 2005
Kepada Sebuah Hati

Waktu mengganti senja dengan malam
Memberi kesunyian dan kepedihan
ketika membingkai peristiwa

Melangkah duduk bersama rembulan
Mengurai air mata di langit
Mencari ketenangan di antara bintang bintang
menghadapi akhir sebuah cinta

Di balik lentera kota
Hati sedih dan kalbu membiru
Di sela kantuk dan mimpi
Memori pahit tak kunjung hilang

Semua ini karena kita,
Berani bermain-main dengan takdir


29 mei 2005
kepada sebuah hati,
yang perlu banyak belajar
CINTA

dia laksana rumput yang bergoyang
damai untuk kupijak

dia bagaikan bisik angin semilir
sejuk kala menerpa hari hariku

dia mirip pelangi warna warni
dengan sejuta kisah untuk ku selami

dia seperti lagu hujan
dan manis seperti cokelat

dia, yang kucari kurindu
namanya CINTA

13 maret 2005
Hujan untuk Aceh

Awan pucat
Udara menusuk dingin
Setetes demi setetes gerimis turun
Setapak menyepi
Mereka berpaling dari hujan
Mereka menghindari tangis

Namun aku, hatiku bergeming
Terguyur hujan bermandikan petir
Dan menangis bersama hujan

Aku,
Ikut menangisi bumi Aceh


Tsunami Aceh

Senin, 13 Desember 2010

Nostalgia

aku kembali
diantar angin dan waktu
menuju ke imaji tentang kamu

masih
tentang
kamu

gemintang menyublimkan yang tak berwujud
menjadi begitu nyata
seakan merajuk untuk pulang
pada kenangan

tapi kenapa

masih
tentang
kamu
?

Kamis, 09 Desember 2010

B E N C I

hidup seakan tiada berarti
bila semua membenciku
dan aku tidak paham
mana yang salah dan buruk 
sehingga aku pun bingung apa yang mestinya dirubah
sekeras apa pun aku berusaha

dan aku benci,
saat kebencian itu dihujamkan ke arahku!



22 desember 2004
sayangnya

bila kau kehujanan
maka aku akan menderas mengguyurmu
dengan cinta di tiap tetesnya

bila kau melagukan syair
maka aku akan mengalun seturut iramamu
dengan cinta di tiap nadanya

saat kau membuka matamu
maka aku akan ada di hadapmu
sebagai kicau burung dan sinar mentari
dengan cinta di tiap hembus hawa pagi

sayangnya,
kau tak pernah tau dan tak akan tau
bila hatimu tertambat cinta yang lain
bila kau sudah menutup hatimu

rasanya aku tak berarti
namun ku tak kan pernah
berhenti mencintaimu

sayangnya, kau tak mengerti ini..

4 november 2004
Puisi Rinduku

hujan menderas tak kunjung usai
dewa surya tak kunjung tampil
hentikan langkahku ke istanamu

malam kelam tanpa bintang
bulan pucat sendiri bersinar
patahkan jembatan peghubung duniaku-duniamu

aku mendesah pasrah
menanti rintangan lain
yang 'kan putuskan asa dan harapku

namun kini
aku tersenyum penuh arti
aku buka kenangan bersama dalam ingatan
aku bariskan kata dalam puisi

Aku rindu kamu

4 november 2004
Dimana Bintangku..?

aku mengintai
dari balik tirai kamarku
mencarimu..
tapi kau tak ada disana
di hamparan luas nan kelam
tak ada sinarmu juga hangatmu
mimpiku pun kusam

langit masih hitam
dan malamku masih sepi
sedikit berkas seinarmu saja
pasti redakan dukaku
damaikan kalbuku dan aku mampu tersenyum

aku sedih,,
karena langit terlalu kelam
kenapa sinarmu terlalu tipis
dan kenapa kau menghilang..?

21 oktober 2004
Bersama

Saat bersama kita
Kita arungi alam remaja
Menepis semua duka yang kunjung
Mencicipi rasa bahagia dunia

Kebersamaan inilah
Warnai lembar dunia remajaku
Maka aku datang kepada-Nya
Memohon agar bersama ini tetap terjaga..

17 Agustus 2004
Keajaiban bagi Boneka Tua

Berjuta juta orang berkeliaran
Beribu ribu ekspresi dihadapkan kepadaku
Mengisi keseharianku yang kaku
Tanpa gerak tanpa rasa
Menghadapkanku pada harap akan keajaiban
yang dapat merasakan rasa
yang dapat menggerakkan tubuh

Ada penentang yang berkata
Bahwa tak ada keajaiban yang seperti itu
Takdir sudah menjadikanku seperti ini
Namun hati kecilku tak setuju
Hatiku percaya pada keajaiban
Kan kunanti keajaiban itu
Se-tidak mungkin apa pun jua!

Karena aku tau
Keajaiban bisa datang tiba-tiba
Dalam rasa percayaku
Dan pada kenyataan hidup
Begitulah keajaiban

believe in miracle, 30 Mei 2004
Insan Muda

Berpayung awan beratap langit
Insan muda melesat berkreasi
Berjubah mentari berselimut rembulan
Insan muda merajut karya
Membabi buta menghantam waktu
Insan muda menebar jala kebangkitan
Menangkap cinta membuang ketidakpedulian
Menjadikan cinta sebagai dasar pembangunan
Melupakan acuh menanamkan kepedulian dalam pikir

Dan insan muda percaya,
Senyum surya memberi kekuatan di tiap detiknya
Berhembusnya angin sepoi mengganti kemarau cinta
Tepuk tangan dunia berarti keberhasilan
Insan muda 'kan bercahaya
Di balik pondasi cinta dunia

11 Mei 2004

Sabtu, 04 Desember 2010

Dunia Nelayan

Di tepi lautan luas 
Ku berdiri menantang angin dingin 
Dalam kepekatan dewa malam
Ku coba mencari pelita rembulan
Ku coba rasakan gelombang amarah lautan
Ku coba menapaki ruang hatiku
Semuanya dalam bisu yang tercipta
dan dalam sendiri di bawah langit
Diguyur hujan
Ku coba untuk tetap tersenyum
Walaupun air mata juga menghujani pipi
Jala kosong tanpa penghuni
Ku sebarkan lagi
Jala penopang hidup keluarga
Tanpa selimut kesedihan


6 mei 2004
Cinta Bunda
Sinar matamu bagai bara api yang hangat 
Suara merdumu bagai danau yang menyejukkan
Sentuhan tanganmu bagai sutera yang lembut
Hatimu bagai peri surga yang baik

Kau menyihir rasa takutku jadi keberanian
Kau sulap kesedihanku jadi tawa ceria
Kau buat keputusasaanku jadi semangat yang berkobar
Kau ubah kebencianku jadi kasih sayang yang lembut

Nasihatmu dapat mengalahkan monster terjahat
Kasih sayangmu mencairkna panasnya matahari
Kebaikanmu sedalam samudera seluas dunia
Didikanmu membuatku menggapai bintang di langit

Ingin ku balas semuanya
Namun ku tahu aku hanya anak kecil
yang tidak bisa menandingin kelebihanmu
yang tidak bisa mengalahkan kemampuanmu

Tapi aku kan berusaha menjadi lebih dewasa
ku kan berusaha menjadi gadis impianmu
ku kan berusaha menjadi unga setelah kau tanam
ku kan berusaha tumbuh sesuai harapan indahmu

Karena kau telah memberiku pupuk kedewasaan
Karena kau telah menjadi pijakanku tuk melompat
Karena kau telah menuntunku dalam segala hal
Terutama untuk mewujudkan masa depan

Terima kasih... Bunda

1 Februari 2004