21 desember, dini hari
-untitled-
"aku butuh kamu untuk bisa diandalkan,
"aku butuh kamu untuk bisa diandalkan,
aku tidak butuh kamu untuk berlindung padaku"
maka aku pun terluka seketika.
aku begitu payah,
begitu tidak berarti,
dan begitu kalah pada dunia
dunia,
persaingan,
perbandingan,
dan akhirnya aku berujung pada harapan-harapan ku sendiri yang pupus.
ya, harapan.
tadinya aku punya segudang harapan
tadinya aku punya sejuta imaji
dan sekarang semua harapan dan imaji itu terkikis
aku merendah
menyama ratakan dunia ku dan persainganku pada tanah
siapa bilang aku tidak berdiri..?
aku terus mencoba berdiri,
bahkan aku mencoba untuk berlari, melompat, menari!
aku menukar kaki ku dengan ego ku
dan meredam ego ku dengan air mata ku
entahlah,
ada kah yang pernah memperhatikan detail tentang aku..?