Kamis, 09 Desember 2010

Dimana Bintangku..?

aku mengintai
dari balik tirai kamarku
mencarimu..
tapi kau tak ada disana
di hamparan luas nan kelam
tak ada sinarmu juga hangatmu
mimpiku pun kusam

langit masih hitam
dan malamku masih sepi
sedikit berkas seinarmu saja
pasti redakan dukaku
damaikan kalbuku dan aku mampu tersenyum

aku sedih,,
karena langit terlalu kelam
kenapa sinarmu terlalu tipis
dan kenapa kau menghilang..?

21 oktober 2004
Bersama

Saat bersama kita
Kita arungi alam remaja
Menepis semua duka yang kunjung
Mencicipi rasa bahagia dunia

Kebersamaan inilah
Warnai lembar dunia remajaku
Maka aku datang kepada-Nya
Memohon agar bersama ini tetap terjaga..

17 Agustus 2004
Keajaiban bagi Boneka Tua

Berjuta juta orang berkeliaran
Beribu ribu ekspresi dihadapkan kepadaku
Mengisi keseharianku yang kaku
Tanpa gerak tanpa rasa
Menghadapkanku pada harap akan keajaiban
yang dapat merasakan rasa
yang dapat menggerakkan tubuh

Ada penentang yang berkata
Bahwa tak ada keajaiban yang seperti itu
Takdir sudah menjadikanku seperti ini
Namun hati kecilku tak setuju
Hatiku percaya pada keajaiban
Kan kunanti keajaiban itu
Se-tidak mungkin apa pun jua!

Karena aku tau
Keajaiban bisa datang tiba-tiba
Dalam rasa percayaku
Dan pada kenyataan hidup
Begitulah keajaiban

believe in miracle, 30 Mei 2004
Insan Muda

Berpayung awan beratap langit
Insan muda melesat berkreasi
Berjubah mentari berselimut rembulan
Insan muda merajut karya
Membabi buta menghantam waktu
Insan muda menebar jala kebangkitan
Menangkap cinta membuang ketidakpedulian
Menjadikan cinta sebagai dasar pembangunan
Melupakan acuh menanamkan kepedulian dalam pikir

Dan insan muda percaya,
Senyum surya memberi kekuatan di tiap detiknya
Berhembusnya angin sepoi mengganti kemarau cinta
Tepuk tangan dunia berarti keberhasilan
Insan muda 'kan bercahaya
Di balik pondasi cinta dunia

11 Mei 2004

Sabtu, 04 Desember 2010

Bagiku satu hari terasa seperti satu detik
Waktu berjalan begitu cepat
Bahkan aku tidak sempat melakukan banyak hal
Tetapi, sekalipun satu hari sama dengan satu tahun
Tetap saja tidak ada yang dapat ku lakukan

Aku terlalu banyak membuang waktu
Waktu yang kjalani selama ini rasanya sia sia
Aku hanya terdiam dan mengamati
Sambil menungu waktuku berakhir

Tetapi keajaiban datang kepadaku
Dia memberiku kesempatan

Untuk mengetahui
Untuk mengerti
Untuk merasakan dan
Untuk melakukan

banyak hal yang tidak pernah terjadi padaku

Sekarang aku menyadari waktuku
Satu detik pun itu adalah kehidupan

*disalin dari BLUE HALF DAILY - HALF TIME, karangan Alexia
Dunia Nelayan

Di tepi lautan luas 
Ku berdiri menantang angin dingin 
Dalam kepekatan dewa malam
Ku coba mencari pelita rembulan
Ku coba rasakan gelombang amarah lautan
Ku coba menapaki ruang hatiku
Semuanya dalam bisu yang tercipta
dan dalam sendiri di bawah langit
Diguyur hujan
Ku coba untuk tetap tersenyum
Walaupun air mata juga menghujani pipi
Jala kosong tanpa penghuni
Ku sebarkan lagi
Jala penopang hidup keluarga
Tanpa selimut kesedihan


6 mei 2004
Cinta Bunda
Sinar matamu bagai bara api yang hangat 
Suara merdumu bagai danau yang menyejukkan
Sentuhan tanganmu bagai sutera yang lembut
Hatimu bagai peri surga yang baik

Kau menyihir rasa takutku jadi keberanian
Kau sulap kesedihanku jadi tawa ceria
Kau buat keputusasaanku jadi semangat yang berkobar
Kau ubah kebencianku jadi kasih sayang yang lembut

Nasihatmu dapat mengalahkan monster terjahat
Kasih sayangmu mencairkna panasnya matahari
Kebaikanmu sedalam samudera seluas dunia
Didikanmu membuatku menggapai bintang di langit

Ingin ku balas semuanya
Namun ku tahu aku hanya anak kecil
yang tidak bisa menandingin kelebihanmu
yang tidak bisa mengalahkan kemampuanmu

Tapi aku kan berusaha menjadi lebih dewasa
ku kan berusaha menjadi gadis impianmu
ku kan berusaha menjadi unga setelah kau tanam
ku kan berusaha tumbuh sesuai harapan indahmu

Karena kau telah memberiku pupuk kedewasaan
Karena kau telah menjadi pijakanku tuk melompat
Karena kau telah menuntunku dalam segala hal
Terutama untuk mewujudkan masa depan

Terima kasih... Bunda

1 Februari 2004